Perjalanan sejak 2000

Sejarah PERWATUSI

Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia didirikan atas dasar keprihatinan terhadap osteoporosis yang kerap tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Dari edukasi kesehatan tulang, Perwatusi tumbuh menjadi gerakan yang mengajak masyarakat hidup lebih sehat dan aktif.

Jelajahi linimasa

Cikal bakal dan tonggak penting

Linimasa perjalanan

Dari sebuah yayasan hingga menjadi bagian dari gerakan kesehatan tulang di Indonesia dan dunia.

  1. 20 Juni 2000

    Yayasan Tulang Sehat Indonesia berdiri

    Berawal dari keprihatinan terhadap tingginya angka osteoporosis di Indonesia yang sering tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Para pakar medis, tokoh masyarakat, dan pemerhati kesehatan mendirikan Yayasan Tulang Sehat Indonesia (Yatusi) untuk mendorong edukasi kesehatan tulang secara luas.

  2. 11 Oktober 2002

    Bertransformasi menjadi perkumpulan warga

    Untuk memperluas jangkauan dan membuka partisipasi masyarakat secara lebih demokratis, bentuk organisasi berubah dari yayasan menjadi perkumpulan warga. Nama Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) mulai digunakan.

  3. 14 April 2003

    Perubahan dituangkan dalam akta notaris

    Perubahan bentuk dan nama organisasi dari Yatusi menjadi Perwatusi dituangkan secara legal dalam akta notaris.

  4. 8 Juni 2017

    Memperoleh status badan hukum

    Perwatusi resmi memperoleh status badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menkumham Nomor AHU-0008985.AH.01.07.TAHUN 2017.

  5. 2019

    Menjadi anggota penuh International Osteoporosis Foundation

    Perwatusi diterima dan terdaftar sebagai anggota penuh International Osteoporosis Foundation (IOF), bergabung dengan jaringan organisasi kesehatan tulang dunia serta memperoleh akses terhadap riset dan kampanye global.

  6. 2021

    Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis

    Bersama pemerintah, Perwatusi mencanangkan Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis yang didukung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai upaya menekan angka patah tulang akibat osteoporosis menuju 2045.

Gerakan yang terus berjalan

Dari edukasi menuju aksi bersama.

Komitmen Perwatusi diteruskan melalui kegiatan dan jaringan yang mendekatkan edukasi kesehatan tulang kepada masyarakat.

Senam untuk kesehatan tulang

Perwatusi menyusun dan mempopulerkan Senam Pencegahan Osteoporosis (SPO) dan Senam Remodeling Osteoporosis. Program senam ini dirancang bersama pakar medis agar aman dan efektif, terutama bagi lansia.

Edukasi dan pemeriksaan di daerah

Jaringan Pengurus Daerah (DPD) dan Pengurus Cabang (DPC) menjalankan penyuluhan serta pemeriksaan kepadatan tulang gratis secara berkala di berbagai wilayah Indonesia.